PENGAPURAN TULANG Bukan Akibat Kelebihan Kalsium


Pengapuran tulang (osteoartritis) selama ini disalahpersepsikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh kelebihan asupan kalsium. Padahal, osteoartritis yang masuk golongan penyakit rematik ini tersebut tidak ada hubungannya dengan konsumsi kalsium yang berlebihan. Osteoartristis timbul akibat gerakan pada sendi yang berlebihan, serta tekanan dari berat badan tubuh seseorang.

“Karena itu, pengapuran tulang banyak terjadi pada orang-orang yang gemuk, terlalu banyak olahraga serta orang-orang yang kesehariannya terlalu lama jongkok, berdiri dan duduk,” kata Prof Dr dr Harry Isbagio SpPD-KR dalam percakapan dengan wartawan disela-sela pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Jakarta, Sabtu (10/12).
Ia menjelaskan, penyakit osteoartristis tidak bisa dihindari karena bagian dari proses penuaan tubuh. Namun, pada orang-orang yang kegemukan, osteoartritis lebih cepat terkena dibandingkan mereka yang kurus maupun bertubuh ideal. Orang kurus pun bisa terkena osteoartritis bila memiliki kebiasaan tidak sehat seperti olahraga berlebihan, terlalu lama berdiri, jongkok atau duduk.
“Sebenarnya orang gemuk dan orang kurus memiliki risiko penyakitnya sendiri. Pada orang gemuk cenderung terkena osteoartritis, sedangkan orang kurus terkena osteoporosis atau patah tulang. Karena itu, usahakan agar berat badan ideal agar terhindar dari penyakit osteoporosis atau osteoartritis, ” ujarnya.
Akibat penggunaan sendi yang berlebihan sewaktu muda, lanjut Presiden RAA (Rheumatism Association of Asean), kelenturannya menjadi berkurang. Sehingga sendi menjadi “berkarat” saat ia memasuki usia lanjut. “Akibatnya sendi menjadi terasa sangat nyeri saat digerakan, karena “pelumas” yang ada sudah berkurang akibat pemakaian yang berlebihan,” ujarnya.
Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling sering didapatkan dan penyeban terpenting dari nyeri dan ketidakmampuan pada lansia (lanjut usia). Osteoartritis itu paling banyak terjadi pada tulang belakang, lutut, tangan dan kaki.
“Gejala klinik dari osteoartritis meliputi nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, kelemahan dan disabilitas. Osteoartritis dimulai dengan kerusakan pada tulang rawan sendi yang berakhir dengan kerusakan ke seluruh sendi. Lebih dari 80 persen penderita osteoartritis mengalami keterbatasan gerak,” katanya.
Dipaparkan, prevalensi penyakit osteoartritis mencapai 10 persen dari jumlah pendduk yang berusia 60 tahun. Di Amerika, osteoartritis menyerang 12,1 persen penduduk usia 25-75 tahun dengan kecacatan pada lutut, panggul dan tangan. Sedangkan di Inggris, 25 persen populasi penduduk usia 55 tahun ke atas menderita osteoartritis di lutut.
“Dampak ekonomi, psikologi dan sosial dari osteoartritis sangat besar, tidak hanya untuk penderita tetapi juga keluarga dan lingkungannya. Diperkirakan biaya nasional untuk semua artritis sebesar 1 persen dari GNP. Di Australia, biaya medik yang dikeluarkan mencapai 2.700/orang/ tahun,” katanya.
Di Indonesia, menurut dr Harry Isbagio, osteoartritis merupakan penyakit rematik yang paling banyak ditemui. Di Kabupaten Malang dan Kotamadya Malang ditemukan prevalensi sebesar 10 persen dan 13,5 persen. Sedangkan di Poliklinik Subbagian Reumatologi FKUI/RSCM ditemukan pada 43,82 persen dari seluruh penderita baru penyakit rematik yang berobat selama kurun waktu 1991-1994.
Menurut pria kelahiran Magelang 24 Desember 1948 itu hingga kini belum ada obat yang secara pasti menghilangkan penyakit osteoartritis. Pengobatan yang dilakukan selama ini hanya untuk menghilangkan rasa nyerinya saja.
Ketika ditanyakan soal pengobatan alternatif yang kabarnya bisa menghancurkan “kapur” tersebut, dokter ahli rematik itu segera membantah bahwa pengapuran tidak bisa diobati atau dicairkan sebagaimana dikatakan para penyembuh alternatif.
“Kata pengapuran di sini jangan diartikan secara harafiah telah terjadi pengendapan. Pengapuran ini istilah saja karena sebenarnya di sendi itu justru mengalami penipisan tulang sehingga sendi kehilangan daya lenturnya. Karena itu saat bergerak, sendi terasa. Suntikan itu mungkin untuk menghilangkan rasa nyeri, tidak untuk mencairkan terjadinya pengapuran itu,” ucapnya.
Ditanyakan teknologi terbaru untuk mengobati osteoartritis, dr Harry Isbagio mengatakan, teknologi terkini pada obat-obatan yang bisa mengatasi rasa nyeri dengan cepat tanpa efek samping. Selain itu, pasien diminta untuk diet agar berat badannya tidak menekan rasa nyeri, serta diminta untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. (Tri Wahyuni)
About these ads

8 Responses to “PENGAPURAN TULANG Bukan Akibat Kelebihan Kalsium”

  1. ratna Says:

    saya ratna,
    saya mw tnya pa dmpk terbesar apa bla pengapuran itu dah makin parah,kebtlh sy mengalami pengapuran&usia sy msh muda,apa kh da dmpk klo suatu saat nnti sy menikh
    kbtln sy juga msih singel.,
    trma ksih,..
    ditunggu jwbnya

  2. doddoang Says:

    emang masih usia brapa mbak sekarang?

  3. ida Says:

    saya ibu ida, saya adalah penderita pengapuran pada tulang kaki bagian bawah…
    berat badan saya memang berlebihan…
    saya mau tanya,apa pengapuran pada kaki saya bisa hilang? apa ada obat nya?
    atau harus di oprasi?
    anak saya masih kecil2 jd saya pekerja keras bidang ibu rumah tangga…hehe
    mohon kejelasannya!wah…
    berat badan saya memang berlebihan…
    saya mau tanya,apa pengapuran pada kaki saya bisa hilang? apa ada obat nya?
    atau harus di oprasi?
    anak saya masih kecil2 jd saya pekerja keras bidang ibu rumah tangga…hehe
    mohon kejelasannya!

  4. lin Says:

    aku mau nanya,,apa obat2 utk penghilang rasa sakit sendi itu baik jga utk lansia(70) thn.
    knpa klo hbs minum obat sendi itu seperti glocosamin reaksinya kok demam y? apa itu biasa pak?
    mhn info obat apa yg cocok utk sakit sendi dan tulang buat lansia..thanx y’ prof.

  5. doddoang Says:

    butuh analisa dari spesialis dokter tulang tentang kadar Oestoporis pd ibu untuk penanganan lebih lanjut.
    tentunya perlu diperhatikan aktivitas dari ibu itu sendiri, dmna mungkin perlu dibuat variasi gerakan dalam bekerjanya tidak monoton gerakannya bisa dimulai dengan pemanasan senam rileks untuk tulang pinggul, kaki, dan tangan juga untuk gerakan kepala sebelum memulai pekerjaan ibu itu sendiri selain itu perlu juga ditinjau asupan makanan bagi ibu itu sendiri karena berat badan ibu udah over weight, harus pandai memilih makanan yang mengandung banyak kalsium dan serat jangan lupa kurangi konsumsi gula dan karbohidrat yang berlebihan untuk kesehatan tubuh

  6. doddoang Says:

    Menurut saya obat adalah 1% dan 99% dari usaha sendiri dan doa, ini sesuai dengan pengalaman pribadi dmna ibu saya juga umur 70 thn divonis mengidap kanker dan bertahan hidup cuma beberapa minggu karena didada ada benjolan tp akhirnya dengan obat herbal dan pijitan sendiri serta berdoa alhamdulillah bisa sembuh dan hilang benjolannya, bukan saya tidak percaya ama dokter karena kadangkala ada dokter hanya mementingkan uang sehingga pasien dikasih obat tp bila obatnya habis jadi kambuh lagi sehingga menjadi kecanduan dan tidak diagnosa langsung cara penyembuhan penyakitnya, jadi lebih baik percaya pada Sang Pencipta aja, untuk kasus ibu coba tambahkan asupan gizi yang baik serta susu berkalsium untuk 50thn keatas dan usahakan rutin tiap pagi jalan kaki tanpa alas kaki, klo mungkin ada kerikil atau rumput hijau bisa dipakai karena sangat baik bagi kesehatan tp jangan langsung dipaksakan bertahap lebih baik bila udah terasa ngilu lebih baik istrirahat dulu, lain waktu dilatih kembali serta jangan lupa berdoa.
    semoga bisa membantu thx

  7. tiktik Says:

    Ayah saya umur 74 th merasa sakit di kaki dan bengkak ketika periksa k dokter ternyata ada pengapuran d lutut…disarankan oleh dr..jgn minum susu dan makanan yg mengandung kalsium…bener g sih?

  8. sucio handoko Says:

    Apakah Sea Cucumber GOLD – G dapat membantu menghilangkan rasa nyeri dan apakah ada effect samping bila dikonsumsi jangka panjang?
    Thank’s atas petunjuknya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: